Senin, 02 Januari 2017

Akupuntur Tehnik Jepang




Latar belakang Akupuntur Jepang  ,bermula dari datangnya Akupuntur tehnik china melalui Korea diabad ke 6  dan telah dipraktekkan lebih dari 14 abad di Jepang .
Dasar akupuntur china telah dikembangkan dan dimodifikasi sesuai adat dan kebudayaan Jepang , sehingga beberapa tehnik pengobatan herbal dan akupuntur mengalami beberapa perkembangan yang unik , yang berbeda dengan akupuntur Korea dan China .

Jepang banyak menerima pengaruh dari kedokteran barat , khususnya Amerika ,didalam mengembangkan pengobatan tehnik akupunturnya , hal ini dimulai pada abad ke 18 , sehingga akupuntur Jepang yang dipraktekkan sekarang adalah suatu bentuk Ilmiah dari konsep akupuntur tradisionil .



Ada dua bentuk dasar yang menonjol yang dikembangkan Akupuntur Jepang :

1.  “ Terapy Meridian” yang didasari dari konsep Meridian Akupuntur Klasik China.Dasar Meridian terapy ini juga berpengaruh kuat di Amerika Utara , Akupuntur jepang di Amerika dikembangkan oleh Master shudo Denmei, Masakazu Ikeda dan Okada Akizo.
2 “ Tehnik memijat dan moksibusi” , tehnik ini sangat penting untuk secara hati-hati meraba titik reaktif  dan stimulasi , walaupun ada banyak variasi dalam gaya akupuntur jepang , tetapi yang diutamakan adalah ketrampilan untuk meraba dan menekan titik yang diperlukan ,tehnik penusukan dengan jarum halus (0,16) dan stimulasi lembut.


Stimulasi pada permukaan kulit dianggap dapat lebih cepat menerima informasi dan diteruskan keseluruh tubuh , Diperkirakan bahwa tubuh lebih mudah terangsang melalui permukaan kulit , oleh sebab itu dengan pengamatan yang tepat dapat menemukan perbedaan ideal atas reaksi dekat permukaan kulit yang paling mudah terpengaruh.


Hal ini yang mencirikan tehnik akupuntur jepang  yang kurang invasif  tetapi mengurangi efek samping yang tidak diinginkan termasuk nyeri.

Meridian Therapy, pendekatan yang lebih tradisional untuk akupunktur Jepang, menggunakan teknik jarum yang sangat lembut sehingga sangat cocok untuk pengobatan pasien yang sangat muda, lemah atau sensitif.
Meridian Therapy menekankan pengobatan penyebab penyakit (pengobatan pada akar penyakit ) , sementara juga mengatasi gejala .

Diagnosis penyakit didasarkan kepada :
·         Diagnosis detak jantung (pulse)
·         Diagnosis Perut
·         Perabaan pada titik defisiensi (kekurangan)
·         Perabaan pada titik kelebihan
·         Penentuan titik mana yang perlu diberikan Tonifikasi lembut
·         Penentuan tehnik mana yang akan diterapkan

Pengaruh Akupuntur Jepang

Penggunaan tabung panduan untuk penyisipan jarum menjadi , hampir universal sejak diperkenalkannya jarum sekali pakai oleh Seirin .Co di Jepang pada 1970-an.

Dan telah menjadi tren yang disukai karena penggunaan  jarum tipis dan teknik  penyisipan jarum yang  lebih lembut di Amerika Utara dalam beberapa tahun terakhir.

Adanya  apresiasi yang berkembang , untuk ikut menerapkan diagnosis berbasis sentuhan dan pengamatan (tehnik pemijatan –perabaan)yang lebih banyak manfaatnya dalam memutuskan di mana dan bagaimana jarum akan disisipkan.

Beberapa Pendekatan Populer Akupunktur Jepang  

 1. Akupunktur Tradisional Jepang (termasuk Meridian Therapy): Ketidakseimbangan Qi dan Darah mengalir di meridian dianggap penyebab penyakit. Tujuannya adalah untuk mengatur aliran Qi dan Darah.

2. Pengobatan gaya Sawada (Taikyoku Therapy): Sebuah sistem mengobati titik-titik standar berasal  dari  master moksibusi Ken Sawada dan dipopulerkan oleh muridnya Shirota Bunshi gelar M.D. Penekanannya adalah pada penguatan Limpa dan Ginjal melalui penggunaan moksibusi langsung.

3. Perawatan Trigger point (Trigger point adalah “otot kejan
g” yang dapat muncul pada lapisan myofascial yang mengelilingi otot rangka. Trigger point adalah serat otot yang sangat terkontraksi sehingga menyebabkan nyeri luar biasa pada daerah munculnya trigger point dan dapat menyebabkan kejang otot yang menyebabkan nyeri pada bagian tubuh lainnya.) dan titik sensitif lembut lainya : sistem perawatan ini didasarkan terutama pada perabaan  dan pengobatan pembatasan myofascial.

(Sindrom nyeri myofascial adalah sebuah kondisi nyeri otot ataupun fascia, akut maupun kronik, menyangkut fungsi sensorik, motorik, ataupun otonom, yang berhubungan dengan myofascial trigger points (MTr Ps).1 Gejala motorik dapat berupa disfungsi motorik atau kelemahan otot akibat inhibisi motorik, terbatasnya gerakan ...).

Ini adalah gaya yang paling umum dari akupunktur di Jepang dan mengobati  nyeri sebagian besar otot-tulang.

 4. Ryodoraku acupuncture: Sebuah titik locator Ryodoraku digunakan untuk menyelidiki poin dengan hambatan listrik rendah. Untuk pengobatan, arus frekuensi rendah diterapkan melalui jarum yang dimasukkan dalam titik-titik  (dengan elektro-akupuntur).
Ryodoraku adalah tehnik penemuan dari Dr. Nakatani pada th 1951 , Ia menemukan adanya titik-titik hambatan listrik  rendah (konduktivitas listrik) yang berjalan secara Longitudinal di sepanjang tubuh bagian bawah dan atas manusia.
Setelah diteliti ternyata titik tersebut cocok dengan garis Meridian akupuntur  , maka ia menamakan "Ryodoraku" yang artinya Ryo= baik , do= menggunakan elektro konduktif , raku= garis) , dan titik-titik sepanjang Ryodoraku disebut Ryodoten.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar