Senin, 28 Mei 2018

FA sebagai penyebab gagal Jantung dan Stroke




FA (Fibrilasi Atrium) adalah kelainan irama jantung , seperti detak jantung yang tidak seperti biasanya (regular) .

Membuka istilah dari kamus kedokteraan , arti Fibrilation = keadaan pada selaput atau filamen yang sangat kecil ,otot syaraf yang kecil mengalami konstraksi akibat aktivasi spontan , persyarafan yang rusak karena operasi ,perubahan degeneratif awal pada osteoarthritis, perlunakan kartigo articular dan terciptanya celah vertical diantara kelompok sel artilago.

Atrium sendiri adalah :
Ruangan (anatomi tubuh) yang memberikan jalan masuk pada struktur lain /organ.Terutama pada kavitas bagian atas ,pada salah satu sisi jantung.
Sehingga dapat disimpulkan kelainan irama jantung ini disebabkan terganggunya aliran darah jantung dari vena ,karena gangguan otot persyarafan pada jantung.

Bagi masyarakat umum saat ini diharapkan dapat memulai mengenali agar dapat lebih dimengerti bahwa FA adalah salah satu penyakit kardiovaskuler  , yang dapat menyebabkan gagal Jantung dan stroke .

Dengan mewaspadai sedini mungkin , terutama bila mengalami gejala- gejala sebagai berikut :
a.       cepat lelah
b.      irama jantung tidak teratur
c.       sesak napas
d.      nyeri pada dada
e.       dada tertekan
f.       pusing
g.      pusing dengan rasa mengambang
h.      pusing berputar (seperti vertigo)
i.        kencing semakin sering
j.        sulit berkonsentrasi mengerjakan sesuatu
k.      Susah tidur (insomnia)
a.       Tekanan darah tinggi
b.      Kram jantung

Dengan bertambahnya usia , semakin kita harus meningkatkan kewaspadaan , terutama pada usia 40-60 tahun , menurut data ada sekitar 2 % yang mengalami FA , kemudian 15-40 % terjadi pada usia 80 keatas, berdasarkan hal itu FA dapat digolongkan sebagai “ Aging Disease” .

Penderita FA memiliki resiko 5 X lebih ^ (tinggi) , dari pada orang tanpa FA , di Indonesia ternyata lebih banyak terjadi pada usia produktif  dibawah 60 tahun , dikarenakan kurang memahami gejala FA , sehingga terlambat untuk mendapat pertolongan pencegahan  medis, dan umumnya sudah terjadi “Stroke “ , setelah melalui pemeriksaan medis ,barulah diketahui ,  FA  adalah  penyebabnya .

Menurut pengamatan khusus dapat juga diindikasikan , bahwa suatu kelainan irama jantung terjadi karena gerakan (irama) listrik jantung yang terganggu , dimana sumber listrik yang mana harusnya hanya satu , tiba-tiba menjadi banyak  diserambi kiri , yang kemudian menyebabkan  Impuls jantung tidak teratur , lebih jauh akan mengakibatkan “ Irregularitas Laju Jantung” seperti menjadi : Lebihcepat , atau Lebih lambat  , darah jantung pada serambi kiri akan mengalami Stasis , seperti : berputar-putar dan mengalami kelambatan, hal ini mengarah kepada terjadinya penggumpalan darah , gumpalan dari yang keluar dari jantung ,lalu sampai kepada pembuluh otak  adalah penyebab terjadinya Stroke.


Dalam dunia Akupuntur , peristiwa  kelistrikan tubuh  diartikan sebagai Energy (Qi=Chi) dan kesimbangan Yin-yang didalam tubuh , terganggunya Qi dan keseimbangan Yin-Yang akan mengakibatkan bermacam-macam ganguan penyakit pada tubuh , termasuk juga ganguan pada jantung.

Maka secara sederhana sebelum ganguan kesehatan jantung terjadi ,manusia dapat membiasakan diri untuk melatih kestabilan Qi tubuh , terutama jantung tetap didalam keadaan cukup dan seimbang , akupuntur menerapkannya yaitu dengan menekan beberapa titik meridian secara rutin dan teratur akan menjaga kelancaran peredaran darah kejantung , yaitu seperti berikut ini :

1.      Tekan titik Hegu (LI 4)   sebanyak 32 X , dengan cara tekan- lepas, tekan-lepas .
2.      Tekan titik Neiguan (PC 6) , sebanyak 32 X , dengan cara tekan-lepas, tekan lepas
3.      Tekan titik Zusanli ( ST 36), sebanyak 32 X , dengan cara tekan-lepas, tekan-lepas

Tiap hari minimal  lakukan 1X   , atau  2X pagi dan sore , niscaya kesehatan anda akan terbantukan , menjadi lebih sehat dan bersemangat.


Titik lain yang sering digunakan adalah titik sentral  Shenmen (HT 7) , dari titik ini akan menyebar Qi keseluruh /sepanjang meridian jantung , titik ini mendatangkan khasiat : menenangkan , menghilangkan api jantung , mengatur peredaran energy jantung , melancarkan peredaran darah jantung.

Saat irama jantung tidak teratur , seperti berdebar-debar , dapat juga diambil titik Jianshi (PC 5) , 3 cun (empat jari) diatas pergelangan tangan sebelah dalam diantara dua urat , titik Shaohai (HT 3) ,letaknya diujung lipatan siku sebelah dalam , fungsinya mengatur peredaran energy (Qi) jantung, membersihkan selaput jantung.





Demikianlah beberapa yang sangat mudah dan murah bila dilakukan dengan tertib , teratur akan mendatangkan kesehatan jantung yang prima , tak perlu lagi kuatir melakukan  pencegahan yang 
sulit dan mahal.

Rabu, 16 Mei 2018

Akupuntur Induksi Persalinan 2



Akupuntur
Menurut Akupuntur  didalam mengatur kelahiran ,pertumbuhan dan reproduksi ,adalah tugas organ Ginjal , maka perlulah dijaga  faktor kesimbangan pada energy (Qi)  ginjal ,selain keseimbangan Yin dan Yang Ginjal. Namun teori medis TCM memandang bahwa  organ Ginjal tidak mempunyai pola kelebihan , tetapi hanya pola kekurangan.

Jadi jelas bagi kelainan pada kehamilan , disebabkan oleh Pola kekurangan pada organ Ginjal , dengan memperbaiki pola kekurangan diharapkan kehamilan menjadi normal kembali.

Menggunakan  Akupuntur disaat  umur kehamilan telah melampaui batas normal , sangat tidak efektif seperti memanggil pemadam kebakaran saat terjadi kebakaran.

Perawatan kehamilan haruslah dimulai sejak dini , disaat umur kehamilan muda , dengan Akupuntur  si Ibu mendapat manfaat untuk tidak mengalami stress , ada lebih banyak waktu bagi Akupuntur memperbaiki kesimbangan  energy di tubuhnya , memperbaiki pola-pola kekurangan ,memperbaiki emosi-emosi yang meningkat , emosi-emosi akan ketakutan , kecemasan akan kehamilan dll.

Pola kekurangan Ginjal dapat terjadi pada  Yin atau Yang , Yin dan Yang Ginjal merupakan fondasi organ lainnya seperti :

a.       Yin Ginjal adalah fondasi untuk Yin Lever dan Yin Jantung
b.      Yang Ginjal adalah fondasi untuk Yang Limpa dan Yang Paru-paru
Dengan demikian harmonisasi beberapa organ yang saling terkait ini ,akan menjamin kehamilan menjadi sehat dalam pertumbuhannya sampai kelahirannya (partus).

Kalau Ginjal orang tuanya kuat maka ginjal Janinnya juga akan kuat ,sebaliknya kalau ginjal si ibu lemah maka lemah pula ginjal  janinnya. Ingatlah emosi-emosi yang berkaitan dengan ginjal adalah ketakutan , kecemasan , stress , depresi  mengakibatkan Qi ginjal mengalami kemerosotan (turun) yang akan berakibat juga pada kelemahan ginjal sang janin. Atau sangat sering justru Qi ginjal malah naik , menyebabkan  Api ginjal kosong (kekurangan Yang) itupun dapat menjadi kelemahan yang menyerang Janin (seperti kegelisahan mental ).

Titik Sanyinjiao (SP 6) sering digunakan untuk menstimulasi peningkatan sekresi Prostaglandin (PG) yang berfungsi meningkatkan pematangan Serviks dan pelepasan Oksitosin sentral ,guna merangsang kontraksi uterus untuk kemajuan proses persalinan.

Melalui komponen stimulasi saraf akupuntur dapat meningkatkan kontraksi uterus ,baik dengan pelepasan oksitosin sentral maupun dengan stimulasi saraf parasimpatis, mempengaruhi faktor lokal – interleukin-8 dan prostaglandin.

Titik BL 67 Zhiyin , berguna untuk merangsang kontraksi Rahim dan mengurangi durasi persalinan.
Titik BL 32 Ciliao akan mempengaruhi saraf otonom parasimpatis dalam merangsang eksitasi uterus.


Titik LI 4 Hegu  berguna  meningkatkan sekresi beta-endorfin untuk mengurangi rasa sakit dan meningkatkan kontraksi uterus bagi kemajuan persalinan.


Dan masih banyak lagi komponen akupuntur yang dapat dimanfaatkan secara bersama dalam penanganan tindakan medis kedokteraan , apalagi bila perawatan dimulai sejak dini ,maka diharapkan lebih banyak ibu-ibu mengalami kehamilan yang sehat dan teratur sesuai waktu perkiraan normal.


Tujuan tulisan ini adalah memajukan Akupuntur sebagai tehnik pengobatan pendamping bagi oprasional medis kedokteraan , yang secara bersama-sama dapat mencapai kemajuan dalam dunia kesehatan (Sumber :Medika /05/2015).

Sabtu, 12 Mei 2018

Akupuntur Induksi Persalinan 1



Umur kehamilan kadang-kadang melebihi perkiraan yang normal , umur kehamilan normal adalah kurang lebih 9 bln atau 36 minggu , namun terkadang ada yang melampaui sampai 42 minggu dan belum juga  terasa tanda-tanda akan partus (melahirkan).

Umur kehamilan yang berkepanjangan (Serotinus) dapat meningkatkan resiko yang tidak diinginkan seperti :
1.kematian (komplikasi Neonatal serotinus)
2.Restriksi pertumbuhan intrauterine
3.Distosia bahu
4.Cidera perineum berat
5.Operasi seksio sesarea.

Untuk menghindari peningkatan resiko , maka dilakukanlah intervensi induksi (dengan infus & beberapa cara lainnya) ,agar si ibu dapat merasakan tanda-tanda lebih cepat (kontraksi) akan melahirkan pervaginam dalam waktu 24 jam , dalam kondisi normal dan baik tanpa terjadi Gawat-Janin.

Tindakan ini diambil untuk memotong waktu kehamilan yang berkelanjutan ,menghindari resiko-resiko yang tak diinginkan baik bagi Ibu maupun janinnya.
Induksi persalinan telah meningkat selama dekade terakhir , data pada th 2007 saja sudah mencapai 20 % dari seluruh persalinan dengan berbagai indikasi.

WHO merilis dari 500.000 persalinan beresiko , ada 200.000 diantaranya , menjalani induksi dan 300.000 menjalani Seksio Sesarea.
Induksi persalinan sendiri bukannya tanpa resiko , karena dapat terjadi juga efek sampingnya misalnya : Persalinan lama  ,Gagal induksi  dan Operasi Seksio sesarea , Membahayakan janin.

Belum lagi biaya perawatan setelah induksi persalinan lebih besar dari pada persalinan normal /spontan.

Di Amerika para ahli mulai menengok  kepada prestasi Akupuntur yang berhubungan dengan kehamilan , Di china sendiri Akupuntur telah lama digunakan untuk  intervensi kehamilan sejak dini seperti :
-         Memperbaiki letak janin sungsang
-         Mengurangi nyeri persalinan
-         Perasaan mual yang berlebihan.
-         Hiperemesis Gravidarum (mual-muntah-muntah terus)
-         Mengurangi bengkak-bengkak
-         Menguatkan lemah janin
-         Menguatkan tubuh Ibu
-         Mengurangi  perasaan linu dan lemas
-         Mengatur waktu normal janin
-         Dll.

Dalam itervensi  induksi , akupuntur dapat membantu proses Pematangan Serviks , Pemendekan fase laten persalinan .

Persalinan Normal

Ketika Janin dikeluarkan dari Rahim  ,itulah nama persalinan , suatu persalinan membutuhkan  Kontraksi Uterus yang teratur dan efektif. Saat kehamilan cukup bulan ada Zat yang disebut Oksitosin  yang akan merangsang kontraksi Rahim.

Kadar Oksitosin tidak berubah secara signifikan selama kehamilan ( sebelum tahap awal persalinan) , namun akan meningkat  tajam diakhir tahap ke dua persalinan.

Disinilah Oksitosin mempunyai peran ganda dalam proses kelahiran :
1.      Secara langsung merangsang kontraksi Rahim
2.      Secara tidak langsung , merangsang tubuh (Amnion & Desidua)  menghasilkan Prostaglandin (PG) (berfungsi menyebabkan disolusi kolagen dan peningkatan kadar air di submucosa serviks)

Persalinan sendiri dibagi 2 fase :

1.      Laten (fase awal sampai titik aktif)
2.      Aktif (ketika Dilatasi serviks mencapai percepatan)