Jumat, 08 November 2019

Neuralgia trigeminal 3



Sekitar 18% penderita dengan trigeminal neuralgia, pada awalnya nyeri atipikal yang makin lama menjadi tipikal, disebut preneuralgia trigeminal. Nyeri terasa tumpul, terus-menerus pada salah satu rahang yang berlangsung beberapa hari sampai beberapa tahun. Stimulus termal dapat menimbulkan nyeri berdenyut sehingga sering dianggap sebagai nyeri dental.

Efek terhadap kualitas hidup
Efek langsungnya pada kualitas hidup adalah ; secara langsung seperti menurunnya kemampuan bekerja, menurunnya kekuatan fisik , dan masalah psikologis (depresi dan kecemasan,pengendalian diri) . secara tidak langsung ,akan menimbulkan masalah sosial ekonomi  (pengeluaran biaya berobat, terganggunya relasi dengan keluarga ).
Pilihan pengobatan
Akupuntur dapat menjadi pilihan pengobatan dengan dampak resiko yang sangat minim .Yang dapat dilakukannya adalah mengurangi rasa nyeri atau bahkan menunda rasa nyeri itu selama mungkin .Dalam beberapa kasus dapat menyembuhkan dan tidak muncul lagi.
Bagaimana Akupuntur dapat digunakan sebagai tindakan managemen nyeri terhadap penderita , bagaimana cara kerjanya ?  Mekanisme kerja akupunktur dalam mengatasi nyeri adalah suatu teknik yang memanipulasi dan merangsang saraf ,melalui  pelepasan berbagai senyawa kimiawi  dalam tubuh . Pada tingkat neurotransmiter di medula spinalis dan sistem saraf pusat  untuk mengeluarkan zat beta endorfin sebagai senyawa kimiawi, dari tubuh sendiri dan berperan efektif dalam mengatasi rasa nyeri.
Tips untuk mengurangi rasa nyeri dengan Akupresure
Tekanlah titik-titik ini , selama 1 menit tiap titik ,atau tekan-lepas sebanyak 32 x tiap titik.
Saraf cabang Saraf oftalmik   (V1)  titik Sizhukong (Sj 23)  , Yangbai (Gb 14) , saraf maksila (V2) titik Quanliao (Si 18),Yinxiang (Li 20) , dan saraf mandibular (V3) titik Jiache (St 6) ,Yifeng.(Sj 17)
 








(Sumber: Wikipedia, ,Alodokter https://med.unhas.ac.id/kedokteran/2016/09 )
Dapat dipesan melalui online "Shopee"

Senin, 04 November 2019

Neuralgia trigeminal 2



Diagnosis Trigeminal Neuralgia
a.  Interograsi ,mengajukan pertanyaan tentang nyeri yang dirasakan penderita, yang perlu diperhatikan adalah lokasi nyeri, kapan dimulainya nyeri,  lamanya serangan , efek samping obat-obatan, menanyakan riwayat penyakit lain.
b.   Pemeriksaan fisik, terutama pemeriksaan kondisi saraf pada wajah untuk  mengetahui lokasi tepatnya nyeri atau cabang saraf trigeminal yang terganggu. Pemeriksaan ini dapat ditunjang dengan tes refleks untuk memastikan, Hilangnya sensibilitas yang bermakna pada nervus trigeminal mengarah pada pencarian proses patologik yang mendasarinya, seperti tumor atau infeksi yang dapat merusak syaraf.
c.       Untuk mengetahui penyebab yang menjurus ke multiple sclerosis dapat dilakukan, tes MRI. Sedangkan untuk pemeriksaan yang disebabkan tumor dapat dilakukan CT Scan pada kepala.
Gejala
Menurut klasifikasi IHS ( International Headache Society )
1.      Tipe 1:
-Nyeri bersifat paroxysmal dan terasa diwilayah sensorik cabang maksilaris, sensorik cabang maksilaris dan mandibularis.
-Timbulnya serangan bisa berlangsung 30 menit yang berikutnya menyusul antara beberapa detik sampai menit.
-Nyeri merupakan gejala tunggal dan utama.
-Penderita berusia lebih dari 45 tahun , wanita lebih sering mengidap dibanding laki-laki,    Neuralgia Trigeminus simptomatik.
2.      Tipe 2:
 -Nyeri berlangsung terus menerus dan terasa dikawasan cabang optalmikus atau nervus infra orbitalis.
-Nyeri timbul terus menerus dengan puncak nyeri lalu hilang timbul kembali.
 -Disamping nyeri terdapat juga anethesia/hipestesia atau kelumpuhan saraf kranial, berupa gangguan autonom ( Horner syndrom ).
 -Tidak memperlihatkan kecendrungan pada wanita atau pria dan tidak terbatas pada golongan usia

Pemicu
Rasa nyeri ini dapat dipicu oleh berbagai macam hal seperti mengunyah atau menyentuh area tertentu pada wajah (Trigger zone), biasanya di plika nasolabialis dan dagu.
Trigeminal neuralgia bahkan dapat dicetuskan oleh perabaan ringan dan getaran (vibrasi). Akibatnya pasien akan mengalami kesulitan pada saat gosok gigi, makan, menelan, berbicara, bercukur wajah, tersentuh wajah, membasuh muka dan terhembus angin dingin.

Biasanya daerah yang dapat mencetuskan nyeri (triger area) di wajah bagian 5 depan, searah dengan nyeri pada daerah percabangan nervus trigeminus yang sama. Bila triger area di daerah kulit kepala, menyebabkan pasien takut untuk berkeramas atau bersisir.
Dapat dipesan melalui online "Shopee"