Sabtu, 12 Mei 2018

Akupuntur Induksi Persalinan 1



Umur kehamilan kadang-kadang melebihi perkiraan yang normal , umur kehamilan normal adalah kurang lebih 9 bln atau 36 minggu , namun terkadang ada yang melampaui sampai 42 minggu dan belum juga  terasa tanda-tanda akan partus (melahirkan).

Umur kehamilan yang berkepanjangan (Serotinus) dapat meningkatkan resiko yang tidak diinginkan seperti :
1.kematian (komplikasi Neonatal serotinus)
2.Restriksi pertumbuhan intrauterine
3.Distosia bahu
4.Cidera perineum berat
5.Operasi seksio sesarea.

Untuk menghindari peningkatan resiko , maka dilakukanlah intervensi induksi (dengan infus & beberapa cara lainnya) ,agar si ibu dapat merasakan tanda-tanda lebih cepat (kontraksi) akan melahirkan pervaginam dalam waktu 24 jam , dalam kondisi normal dan baik tanpa terjadi Gawat-Janin.

Tindakan ini diambil untuk memotong waktu kehamilan yang berkelanjutan ,menghindari resiko-resiko yang tak diinginkan baik bagi Ibu maupun janinnya.
Induksi persalinan telah meningkat selama dekade terakhir , data pada th 2007 saja sudah mencapai 20 % dari seluruh persalinan dengan berbagai indikasi.

WHO merilis dari 500.000 persalinan beresiko , ada 200.000 diantaranya , menjalani induksi dan 300.000 menjalani Seksio Sesarea.
Induksi persalinan sendiri bukannya tanpa resiko , karena dapat terjadi juga efek sampingnya misalnya : Persalinan lama  ,Gagal induksi  dan Operasi Seksio sesarea , Membahayakan janin.

Belum lagi biaya perawatan setelah induksi persalinan lebih besar dari pada persalinan normal /spontan.

Di Amerika para ahli mulai menengok  kepada prestasi Akupuntur yang berhubungan dengan kehamilan , Di china sendiri Akupuntur telah lama digunakan untuk  intervensi kehamilan sejak dini seperti :
-         Memperbaiki letak janin sungsang
-         Mengurangi nyeri persalinan
-         Perasaan mual yang berlebihan.
-         Hiperemesis Gravidarum (mual-muntah-muntah terus)
-         Mengurangi bengkak-bengkak
-         Menguatkan lemah janin
-         Menguatkan tubuh Ibu
-         Mengurangi  perasaan linu dan lemas
-         Mengatur waktu normal janin
-         Dll.

Dalam itervensi  induksi , akupuntur dapat membantu proses Pematangan Serviks , Pemendekan fase laten persalinan .

Persalinan Normal

Ketika Janin dikeluarkan dari Rahim  ,itulah nama persalinan , suatu persalinan membutuhkan  Kontraksi Uterus yang teratur dan efektif. Saat kehamilan cukup bulan ada Zat yang disebut Oksitosin  yang akan merangsang kontraksi Rahim.

Kadar Oksitosin tidak berubah secara signifikan selama kehamilan ( sebelum tahap awal persalinan) , namun akan meningkat  tajam diakhir tahap ke dua persalinan.

Disinilah Oksitosin mempunyai peran ganda dalam proses kelahiran :
1.      Secara langsung merangsang kontraksi Rahim
2.      Secara tidak langsung , merangsang tubuh (Amnion & Desidua)  menghasilkan Prostaglandin (PG) (berfungsi menyebabkan disolusi kolagen dan peningkatan kadar air di submucosa serviks)

Persalinan sendiri dibagi 2 fase :

1.      Laten (fase awal sampai titik aktif)
2.      Aktif (ketika Dilatasi serviks mencapai percepatan)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar