Jumat, 22 Desember 2017

Ganguan telinga Tinnitus dan Prebiskusis I



Ketika usia merayap naik , banyak energy lebih yang dibutuhkan , salah satunya adalah pendengaran , banyak kasus terjadi pada usia lanjut adalah gangguan pendengaran , gangguan sensorineural pada kedua telinganya.

Merilis riset data di Amerika saja , ada sekitar 25-30%  usia lanjut  berkisar 65-70 tahun  yang menderita Prebikusis , yaitu :kerusakan pada telinga bagian dalam , terjadi perubahan pada komponen nervus akustik  dan ba gian lain yang dikenal dengan nama koklea. Komponen itu mengecil (atrofi) , kemudian baik jumlah dan ukuran sel saraf  , berkurang dan mengalami kelemahan karena faktor usia.

Ketidak mampuan mendengar suara  pada frekuensi tinggi , kesulitan mengenali pembicaraan , ganguan pengolahan suara di otak , lambat menanggapi topik pembicaraan , telinga berdenging dan berdengung adalah ciri-ciri ganguan pendengaran pada usia lanjut.

Faktor bawaan /keturunan  dan terpapar oleh suara bising –keras dalam waktu lama  sangat berperan terhadap terjadinya Prebikusis.
Gangguan lain pada pendengaran berkaitan dengan bunyi-bunyian ,seperti berdenging (Tinnitus) dan ketulian, dikarenakan : Telinga yang kotor , telinga kemasukan suatu benda , kecelakaan , kerusakan saraf pendengaran  dll.

Beberapa jenis penyakit juga dapat berpengaruh kepada pendengaran , seperti : Diabetes Melitus , Hipertensi , Anemia , Arteriosklerosis dan Ginjal , sangat berpotensi memicu kelemahan pendengaran.
Penggunaan obat-obat tertentu juga dapat merusak kemampuan organ telinga , misalnya : Gentamicin , obat kemoterapi dll.

Bentuk ganguan pendengaran
Dapat terjadi pada salah satu telinga atau bahkan kedua telinga , telinga akan berdenging dan berdengung , dapat mendengar percakapan secara samar-samar tetapi sulit memahaminya, bila mendengar suara dalam frekuensi tinggi , telinga akan terasa nyeri dan sakit.

Efek ganguan mental
Penderita Prebikusis dan Tinnitus kerap mengalami ganguan mental , seperti :
1.      Menarik diri pembicaraan dengan orang lain .
2.      Menyendiri dan menghindari pertemuan ,perkumpulan dst.
3.      Marah /emosi tinggi karena salah memahami pembicaraan.
4.      Sedih  juga karena salah berkomunikasi dalam pembicaraan.
5.      Sering berbicara dengan suara keras , mengakibatkan ketidak nyamanan lawan bicara.
6.      Sering meminta orang lain berbicara keras .
7.      Salah menindak lanjuti pembicaraan  seperti : “ sudah saya sampaikan pesan kamu kemarin , bahwa kamu tidak menyukai perbuatan mereka “ , hal ini terjadi karena salah mengartikan pembicaraan.
8.      Sering terjadi masalah ketidak nyamanan orang lain disekitar lingkungannya karena Mis-comunication  (Salah pengertian ).
9.      Sering berakibat Stress dan depresi berat.
10.  Sering penderita mengalami side-efect mengalami juga Vertigo.


Prebikusis sulit disembuh , namun dapat dicegah , ganguan pendengaran pada masa usia lanjut patut mendapat perhatian serius  , karena akibatnya terhadap anggota keluarga, orang-orang disekitar lingkungannya  , mengalami ketidak-nyamanan dan masalah yang lebih rumit .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar