Jumat, 05 April 2019

Fenomena sistem kelistrikan pada Akupunktur 1.


                                               


Energi (Qi) dalam dunia kedokteraan modern ,dapat diterjemahkan sebagai system kelistrikan tubuh. Menghidupkan sel-sel tubuh agar dapat bekerja dan bertumbuh dengan baik (Metabolisme) ,diperlukan system kelistrikan kimiawi tubuh.

Sel-sel di tubuh manusia berhubungan dengan jaringan halus (tissue) yang sering disebut juga membran, membran itu  berpotensi  bermuatan  listrik , maka dapat  disebut sebagai Potensial membran ,yaitu  terjadinya pemisahan muatan positip dan negatif  pada lintas membran :         
                 
                                           
                                                                    

Sel-sel saraf dan sel-sel otot berkembang melalui penggunaan fungsi Potensial membran , yang dimana dapat terjadi perubahan dalam beberapa macam kondisi :
a.     Sementara
b.     Mendadak
c.      Cepat
d.     Berfluktuasi

Perubahan kondisi ini akan menjadi atau bermuatan sinyal kelistrikan ,dari keadaan potensial istirahat (diam tak ada gerakan=70 mV),dan bila sel-sel ini terpicu /terangsang akan mengubah kondisi sehingga menghasilkan sinyal listrik , …X…mV juga berubah.
Sinyal listrik dimanfaatkan sel saraf untuk menerima,memproses dan mengantarkan pesan ke otak.

Menurut Chen (1996) ,pada titik Akupuntur dapat terjadi perubahan , dari energi kimia menjadi energi listrik . Distribusi energi interseluler menyebabkan perubahan potensial sel aktif lainnya ,yang disebut Bioinformasi dalam titik dan meridian akupunktur.

Titik Akupunktur merupakan kumpulan sel yang berbeda aktivitasnya dibandingkan dengan sel di luar titik akupunktur.  Secara listrik mempunyai karakteristik tegangan tinggi hambatan rendah dan migrasi aktif ITP (Isotop Teknesium Perteknetat).

Proses pendekatan dapat dilakukan melalui dua jalur :
1.      .Biologi Molekuler yang adalah proses dalam sel morfologi fungsional
2.       Biofisika yang adalah proses aliran energi : berkaitan dengan hiperpolarisasi adalah  pembentukan elektron dalam sel setelah rangsangan titik akupunktur , dan tidak dapat dipisahkan dengan migrasi aktif ITP.

Titik akupunktur pada jaringan meridian - menghubungkan organ dalam secara spesifik. Menurut Nakatani  (1990) , titik akupunktur mempunyai sifat kelistrikan “hambatan rendah dan tegangan tinggi” , dengan pola antara -25mV - -350mV . Nakatani menamakannya “ Low Resistance Point” dan jalur meridian sebagai “Low Resistance Line”.Pengukuran dibandingkan dengan jaringan sekitarnya ,terjadi suatu “Gap Junction” yang merupakan suatu bentuk  hubungan antar sel ,yang mudah dilalui oleh ion,molekul kecil termasuk Nukleotida, vitamin dan metabolik lainnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar